Senin, 25 Mei 2015

Samudra di atas awan BROMO..



Samudra di atas awan BROMO..
“Ada saatnya  dalam hidupmu engkau ingin sendiri saja bersama angin menceritakan seluru rahasia,lalu meneteskan air mata
~Bung Karno~

Bromo, salah satu target destinasi wisata dunia,berkat kesempatan yang diberikan Mahkamah Agung untuk diklat,aku sampai juga disini.Bermula dari Diklat Bendahara MARI di Mega Mendung Bogor,kuputuskan berpetualang 2 3 hari dulu sebelum kembali ke satker,maklum jarang2 ke tanah Jawa,.sayang dilewatkan begitu saja.
Dari Bogor ke Cengkareng flight to Surabaya dijemput brejun kesayanganku Alm Umar Baen.Kutitipkan tas tasku di kontrakannya,aku diantar ke Bungorasih dan keMalanglah diriku.diMalang,banyak adik adikku dikampung yang menuntut ilmu di perguruan tinggi,anak anak SIAP weranggere yang tentunya SIAP pula menemaniku kemanapun aku pergi.Aku dijemput RiLL di terminal bis,.beriistirahat sebentar dikontrakannya sambil merencanakan perjalanan kami ke Bromo.Tak butuh waktu lama,anak anak yang ingin pergi bersamakupun ready!O iya adikku is Itam Lebu Raya dan Amma Donni,dan Amro itam merapat dari Jogjakarta ikut dalam rombongan perjalananku kali ini.Karena aku tak berencana ke Jogja kali ini.Dengan bantuan semuanya,kendaraan dan segala sesuatu disiapkan,disepakati pkl 02.00 pagi kami berangkat dari kontrakan,dengan begitu sunrise diBromo takan terlewatkan.
Gelap gulita sepanjang jalan,dingin luar biasa menusuk tulang.Meski demikian,kemanapun aku pergi jika dengan RiLL,dijamin pasti ngakak sepanjang jalan.Bukit menjulang tinggi,jalanan berkelok – kelok dengan ruas jalan yang tak seberapa lebar.Tempat pertama yang kami tuju adalah gardu pandang sunrisi bromo tengger semeru ternyata sudah dipenuhi wisatawan.
Benar memang,SAMUDRA DI ATAS AWAN, lautan pasir saat fajar merekah akan tertutup awan di seluruh sisi mata memandang.Bromo memang sangat mempesona.Ketika fajar perlahan menyingsing,semburat malu malu membuat langit merona indah,landscape yang sangat indah untuk diabadikan.Ketika hari beranjak cerah,perlahan pengunjung satu demi satu bergerak turun menuju Lautan pasir untuk selanjutnya ke kawah gunung Bromo.Puas berfoto ria di lautan pasir,kami menapaki tangga 1 demi 1
menuju bibir kawah Bromo.Bukan jalur tanjakan yang sulit bagi kami anak anak kampung yang sudah terbiasa dengan jalur yang sama dikampung,hehehehhe.Pemandangan yang memukau dari puncak Bromo,.aneka warna riuh ramai orang2,para penunggang kuda,sekilas hembusan pasir digilas motor trail,disisi lain masih ada kabut pagi yang masih enggan melebur dalam embun,LUAR BIASA...
1 hal yang mengusik batinku,aku sudah menikmati indahnya Bromo,kapan aku bisa menaklukkan gagahnya Semeru,?!Ranu Kumbolo terbayang bayang dari 5Cmnya Dani Dirganthoro.Semoga diberi umur panjang dan kesempatan menjamahnya,Amien.
Tidak sampai 30 menit di bibir kawah,kami bergegas turun.Karena tidak dianjurkan berlama lama di puncak saat matahari mulai mengganas panasnya,bau sulfur sangat menggangu pernapasan.
Berkeliling pelan menikmati lautan pasir sekalian jalan pulang,banyak motor motor trail,mobil mobil offroad yang sedang unjuk gigi,bulir pasir beterbangan,udara dingin khas pegunungan.
Keunikan yang tak dimiliki tempat lain adalah bahwa dimana mana lautan pasir itu adanya dipantai,kalau di Bromo pasirnya ada di gunung,hehehhe...


Dan luasnya,seluas mata memandang,ckckcckcck hanya ada decak kagum,di lereng lereng gunung tampak Lavender Lavender merekah menambah apik pemandangan.SEMPURNA!
Kamipun pulang melewati jalur yang berbeda dengan rute kedatangan kami,persisnya aku lupa,hehehe.Terimakasih RiLL,Amanda Nana Gawi,Frengki, untuk trip Bromonya.


NB : Sewa Motor/hari : Rp.35.000
Tiket Masuk gerbang TamNas BromoTenggerSemeru : Rp.30.000/orang
Tiket naek kawah Bromo : Rp.10.000/orang
Jasa sewa kuda : Rp.10.000,-
PP± 6 jam perjalanan.


#@ndRomeda#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar