Senin, 27 Juli 2015

Jangan keluar rumah tanpa memakai alas kaki.!!!

Pengertian Neuropati

Neuropati adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan gangguan fungsi saraf. Kata neuropati itu sendiri berarti kerusakan saraf, kondisi ini bisa meliputi topik pembahasan yang sangat luas. Saraf yang ada di seluruh tubuh berpotensi mengalami kerusakan akibat penyakit maupun cedera tertentu.
Neuropati-Alodokter
Neuropati sendiri bisa dikelompokkan berdasarkan lokasi saraf yang terpengaruh dan penyakit dasar yang menyebabkannya. Berikut ini adalah jenis-jenis neuropati yang umum:
Neuropati perifer
Kondisi ini terjadi ketika gangguan atau kelainan saraf yang terjadi memengaruhi saraf di luar otak dan saraf tulang belakang. Dengan kata lain, neuropati perifer memengaruhi saraf-saraf anggota gerak, seperti jari kaki, kaki, tungkai, jari tangan, tangan, dan lengan. Saraf-saraf ini adalah bagian dari sistem saraf perifer.
Gejala neuropati perifer yang berdampak kepada saraf motorik:
  • Kram otot dan kedutan.
  • Kelemahan otot atau kelumpuhan pada satu atau beberapa otot.
  • Kesulitan mengangkat bagian depan dari kaki, sehingga kesulitan berjalan.
  • Massa otot menurun.
Gejala neuropati perifer yang berdampak kepada saraf sensori:
  • Sensasi kesemutan dan tertusuk pada bagian yang terpengaruh.
  • Rasa perih dan menyengat, biasanya pada bagian kaki dan tungkai.
  • Baal dan menurunnya kemampuan untuk merasakan rasa sakit.
  • Perubahan suhu tubuh, terutama di bagian kaki.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Merasakan sakit dari stimulasi yang seharusnya tidak terasa sakit sama sekali.
Neuropati otonom
Kondisi yang muncul akibat kerusakan pada sistem saraf involunter. Sistem saraf ini mengendalikan detak jantung, sirkulasi darah, sistem pencernaan, respons seksual, keringat, dan  fungsi kandung kemih. Gejala neuropati otonom, antara lain:
  • Terutama pada malam hari akan mengalami konstipasi atau diare.
  • Tekanan darah rendah atau hipotensi.
  • Merasa mual, kembung, dan sering bersendawa.
  • Gangguan pada respons seksual, misalnya disfungsi ereksi.
  • Detak jantung cepat.
  • Kesulitan menelan.
  • Inkontinensi usus.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Berkeringat secara berlebihan.
Neuropati kranial
Kondisi di mana terjadi kerusakan pada salah satu dari 12 saraf kranial (saraf tulang belakang bagian atas). Berikut adalah contoh neuropati kranial:
  • Neuropati optik
    Yaitu kerusakan pada saraf kranial yang mengirim sinyal visual dari retina ke otak.
  • Neuropati auditori
    Terjadi gangguan pada saraf kranial yang mengirimkan sinyal dari telinga bagian dalam menuju ke otak dan berfungsi dalam pendengaran.
Neuropati fokal atau mononeuropati
Kondisi yang hanya memengaruhi satu saraf atau satu kelompok saraf, atau salah satu bagian tubuh. Gejala yang terjadi akibat kondisi ini biasanya muncul secara mendadak. Gejala yang muncul akan tergantung pada saraf mana yang mengalami gangguan:
  • Bell’s palsy atau kelemahan di salah satu sisi wajah.
  • Sensasi rasa yang berubah pada jari tangan atau jari tangan yang melemah.
  • Rasa sakit, perubahan sensasi rasa atau muncul kelemahan pada kaki.
  • Kemunculan rasa sakit pada mata. Selain itu pandangan kabur atau tidak bisa fokus.
Neuropati biasanya menyebabkan gejala, tapi tidak semua orang memiliki gejala yang sama satu sama lainnya. Bahkan beberapa orang tidak merasakan gejala apa pun akibat kondisi ini. Tingkat keparahan gejala yang dialami juga bisa berbeda-beda satu sama lain.
Jika Anda merasakan gejala neuropati yang mengganggu dan tidak biasa, segera cari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Penyebab Munculnya Neuropati pada Seseorang

Terdapat banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami neuropati. Berikut ini adalah beberapa kondisi, cedera, dan infeksi yang bisa berakibat pada munculnya neuropati.
Trauma atau cedera
Salah satu kondisi yang paling umum dan sering menyebabkan kerusakan pada saraf adalah terjadinya cedera atau trauma. Kondisi ini bisa terjadi karena aktivitas maupun kecelakaan.
Diabetes
Ini adalah kondisi yang juga sering dikaitkan dengan neuropati. Jika gejala neuropati perifer muncul pada orang yang menderita diabetes, maka kondisi ini lebih dikenal dengan istilah neuropati diabetes. Kondisi ini biasanya lebih parah jika diabetes yang diderita tidak dikendalikan, penderita mengalami obesitas, atau hipertensi.
Penyakit autoimun
Beberapa penyakit autoimun bisa menjadi penyebab munculnya neuropati, misalnya rheumatoid arthritis, penyakit lupus sistemik, dan sindrom Sjogren.
Infeksi
Beberapa infeksi virus maupun bakteri juga bisa menyebabkan munculnya neuropati, misalnya HIV/AIDS, penyakit Lyme, dan sifilis.
Tumor
Salah satu akibat dari keberadaan tumor adalah menekan saraf-saraf yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, neuropati bisa muncul ketika terdapat tumor, baik yang jinak maupun ganas, di jaringan sekitar saraf.
Penyakit keturunan
Neuropati juga bisa terjadi sebagai akibat dari penyakit keturunan, misalnya ataksia Friedreich, porfiria dan penyakit Charcot-Marie-Tooth.
Uremia
Kondisi ketika terjadi penumpukan sisa metabolisme tubuh di dalam darah akibat kondisi gagal ginjal yang akhirnya bisa mengakibatkan munculnya neuropati.
Iskemia
Hambatan aliran darah ke saraf juga bisa menyebabkan kerusakan saraf jangka panjang.
Defisiensi vitamin
Neuropati juga bisa muncul akibat kekurangan beberapa vitamin, terutama defisiensi vitamin B12 dan folat, serta beberapa vitamin B lainnya.
Obat-obatan
Beberapa obat-obatan untuk terapi kanker, seperti vincristine dan antibiotik  seperti metronidazole dan  isoniazid, bisa menyebabkan kerusakan pada bagian saraf.
Alkoholisme
Mengonsumsi minuman keras berlebihan bisa menyebabkan kerusakan pada saraf. Biasanya pecandu minuman keras mengalami kekurangan nutrisi dan vitamin.
Racun
Beberapa racun dan toksin bisa menyebabkan kerusakan pada saraf manusia, misalnya senyawa emas, arsenik, timah, merkuri, dan pestisida.

Bagaimana Neuropati Didiagnosis?

Untuk menentukan apakah seseorang menderita neuropati dan penyebabnya, pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan dan juga riwayat kesehatan pasien, serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab dan tingkat keparahannya.
Selain itu, tes medis akan dilakukan untuk memastikan penyebab dasar dari neuropati yang muncul. Salah satu tes yang dilakukan adalah tes darah. Tes ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada kondisi medis lain yang menyebabkan terjadinya kerusakan saraf.
Untuk mengetahui sumber tekanan atau kerusakan pada saraf, tes pencitraan seperti X-ray, CT scan, dan MRI mungkin akan dilakukan. Sedangkan tes yang dilakukan khusus untuk melihat fungsi saraf adalah:
  • Elektromiografi (EMG). Tes ini digunakan untuk mengukur fungsi saraf.
  • Tes velositi konduksi saraf (NVC). Tes yang berfungsi mengukur kecepatan sinyal yang melalui saraf.
  • Biopsi saraf. Pengambilan sampel jaringan melalui prosedur operasi untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan pada Neuropati

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi neuropati dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul. Selain itu, pengobatan juga dilakukan untuk mengatasi penyebab dasar yang mengakibatkan munculnya neuropati.
Jadi, pengobatan tergantung pada faktor atau kondisi yang menyebabkan neuropati sejak awal. Kebanyakan, jika penyebab dasarnya terobati, maka neuropati yang terjadi juga akan hilang atau sembuh dengan sendirinya.
Khususnya pada neuropati diabetes, pengaturan kadar gula dalam darah akan sangat penting dalam membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada bagian saraf yang sudah terpengaruh.
Jika neuropati yang muncul karena adanya tekanan atau terhimpitnya saraf akibat tumor, maka kondisi ini bisa ditangani dengan prosedur operasi. Neuropati karena penyakit autoimun, infeksi, penyakit ginjal, defisiensi vitamin, efek samping obat, trauma atau cedera, dan penyebab dasar lain akan membutuhkan penanganan berbeda.
Berikut ini obat-obatan yang terbukti cukup efektif dalam mengatasi kondisi yang terkait dengan neuropati, yaitu:
  • Antikonvulsan.
  • Antidepresan.
  • Opioid dan obat sejenisnya.
  • Obat oles pereda sakit.
  • Antioksidan asam alfa lipoat. Obat ini mengatasi gejala neuropati diabetes.
Neuropati sering berdampak kepada saraf kaki, jadi sangat penting bagi penderita neuropati untuk memberikan perawatan khusus terhadap kakinya. Beberapa cara di bawah ini bisa Anda lakukan sendiri di rumah, seperti:
  • Jangan keluar rumah tanpa memakai alas kaki.
  • Jangan menggunakan alas kaki yang rusak atau tidak sesuai ukuran kaki saat bepergian.
  • Cuci kaki dengan air hangat setiap hari, dan keringkan terutama di bagian antara jari-jari kaki.
  • Potong kuku jari kaki jika diperlukan.
  • Memeriksa telapak kaki secara rutin, untuk mencari luka robek, luka melepuh, atau gangguan lainnya.
  • Memijat kaki bisa meningkatkan sirkulasi, atau berhenti merokok agar sirkulasi darah membaik.
  • Untuk mencegah iritasi, gunakan kaos kaki yang tebal.
Sama halnya seperti langkah pengobatan, pencegahan yang Anda lakukan untuk menghindari neuropati sangat tergantung pada penyebab dasarnya. Neuropati diabetes bisa dicegah dengan menjaga dan terus memonitor kadar gula dalam darah agar tidak melebihi batas normal. Sedangkan pada neuropati akibat kekurangan nutrisi, defisiensi vitamin, atau karena kecanduan minuman keras, bisa dicegah dengan pola makan seimbang dan membatasi konsumsi alkohol.

Senang Main Gadget dan Sering Kesemutan? Waspada Neuropati - Umum - Kesehatan - Tabloidnova.com 'Situs Wanita Paling Lengkap'

Senang Main Gadget dan Sering Kesemutan? Waspada Neuropati - Umum - Kesehatan - Tabloidnova.com 'Situs Wanita Paling Lengkap'

Dan Sarafku terganggu,.

Mata kedutan bukan mitos tapi gejala penyakit


Mata berkedut atau biasa dinamakan kedutan hampir pernah dirasakan semua orang. Karena jarang-jarang terjadi, ketika mata kedutan biasanya dianggap sebagai pertanda mau dapat rezeki atau dapat masalah.
Mata kedutan biasanya hanya terjadi beberapa detik atau menit yang terjadi dalam sekali atau beberapa kali dalam satu hari. Atau terkadang akan hilang dan datang lagi.
Kedutan terjadi sangat spontan yakni gerakan tiba-tiba pada kelopak mata atas atau bawah. Kedutan bisa terjadi pada semua usia dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena bukan penyakit berbahaya dan tidak mempengaruhi kemampuan penglihatan.
Ada mitos mengatakan, jika mata kiri kedutan artinya akan menangis. Atau, bila kedutan di mata kanan mitosnya ada seseorang yang merindukan Anda. Tapi, tahukah Anda sebenarnya ada makna medis di balik ‘reaksi’ tubuh ini?
Menurut Dr. Karen Wolfe, penulis buku ‘Create The Body Your Soul Desires’, mata kedutan bisa menjadi pertanda bahwa tubuh anda sedang mengalami gangguan ringan.
Kedutan atau istilah medisnya Blepharospasm (Beb) adalah kontraksi otot tak terkontrol yang menyebabkan kontraksi sekitar mata. Jika Anda terus-menerus mengalami mata kedutan tanpa henti, bisa jadi merupakan gejala gangguan saraf.
Tapi, bila hanya sesekali mengalaminya, mata kedutan secara medis bisa berarti Anda sedang stres, kurang tidur, atau terlalu lama melihat di tempat yang sama dalam waktu lama (misalnya, terlalu lama melihat layar komputer).
Para ahli kesehatan sepakat, 99% kedutan pada mata disebabkan karena tubuh didera stres dan kelelahan. Tidak ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk menghentikan kedutan pada mata ini selain membiarkan tubuh dan mata Anda untuk beristirahat.
Sebelum masalah ini semakin parah, ada baiknya Anda mulai mengurangi tingkat stres, kurangi asupan kopi, dan cobalah untuk tidur minimal 7 jam sehari.
Menurut Burt Dubow, OD, FAAO, pakar mata dari Contact Lens and Cornea Section of the American Optometric Association, kedutan bukan masalah medis yang serius. Kedutan adalah kontraksi yang melibatkan otot orbicularis oculi.
Kedutan terjadi karena serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba seperti mengalami rangsangan (kontraksi) yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata kejang sesaat.
Kedutan dianggap berbahaya jika kejadiannya berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu lama atau gerakannya tidak bisa diobati.
Insiden dan kejadian kedutan tidak dapat diketahui, namun seperti diberitakan oleh allaboutvision, setidaknya ada 7 faktor yang menjadi penyebab kedutan:
1. Stres
Mata berkedut dapat menjadi salah satu tanda stres karena mata menjadi begitu tegang. Mengurangi penyebab stres dapat membantu membuat mata berhenti bergerak-gerak.
2. Kelelahan
Kurang tidur yang dialami entah karena stres atau alasan lain dapat memicu kejang kelopak mata. Segera bayar kekurangan tidur Anda dapat membantu mengurangi kedutan.
Dr.Andreas Prasadja, RPSGT, sleep physician di Sleep Disorder Clinic dari RS Mitra Kemayoran, mengatakan kedutan bisa diakibatkan oleh gangguan pada organ penglihatan kita yang bersifat sementara akibat kurang istirahat. Gangguan ini lebih parah, jika sudah menjalar ke otot sekitar bibir. Kondisi ini disebabkan oleh adanya iritasi yang terjadi pada saraf kranial ke-7 di wajah oleh pembuluh darah arteri serebri anterior atau karena gangguan yang lain.Kalau begini, Tidurlah yang cukup dan teratur. Kalau berkutat di depan komputer sepanjang hari, istirahatkan mata sejenak dengan cara melihat ke jauh depan, kemudian pejamkan. Kompresan air dingin baik juga diberikan untuk mengurangi peradangan. Jika kedutan masih berlanjut, konsultasi ke spesialis saraf.
3. Mata lelah
Mata Anda mungkin bekerja terlalu keras yang memicu kelopak mata bergerak-gerak. Mata yang tegang karena terus menatap komputer salah satunya menjadi penyebab yang sangat umum dari gangguan mata.
4. Kafein dan Alkohol
Banyak ahli percaya bahwa terlalu banyak kafein dan alkohol dapat memicu mata berkedut karena tekanan pada pembuluh darah meningkat.
5. Mata kering
Lebih dari separuh penduduk tua mengalami mata kering akibat proses penuaan. Mata kering juga sangat umum bagi orang-orang yang menggunakan komputer, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, memakai lensa kontak dan mengonsumsi kafein atau alkohol. Lelah dan stres juga bisa memicu mata kering.
6. Ketidakseimbangan Nutrisi
Beberapa laporan menunjukkan kekurangan zat gizi tertentu seperti magnesium dapat memicu kejang kelopak mata. Jika Anda mencurigai kekurangan gizi telah mempengaruhi kesehatan sebaiknya minta pendapat ahli gizi.
7. Alergi
Orang-orang dengan mata alergi memiliki gejala antara lain gatal, bengkak dan mata berair. Ketika mata digosok, akan mengeluarkan histamin yang memicu keluarnya air mata. Beberapa bukti menunjukkan bahwa histamin dapat menyebabkan kelopak mata bergerak-gerak.
8. Gangguan saraf motorik ke-7
Menurut Dr.Donny Istiantoro, Sp.M, spesialis mata di Jakarta Eye Center, kedutan pada mata adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Karena, biasanya akan sembuh sendiri. Karena gangguan saraf motorik ke-7 ini hanyalah akibat terlalu lelah. Untuk hal ini, bisa atasi dengan mengonsumsi multivitamin penambah darah atau vitamin E. Jika kondisinya semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kita bisa meminta yang ahli untuk melakukan suntik Botoks. Atau pergi memeriksakan diri ke ahli bedah mata.
9. Dystonia atau Blepharospasm
Menurut naturopati Riani Susanto, ND, CT., mata berkedut bisa disebakan oleh faktor keturunan, trauma fisik dan infeksi. Ini membuat saraf bergerak dan otot mata berkontrasi kedutan (dystonia). Atau bisa juga karena stres dan kelelahan, sehingga kontraksi otot menjadi tidak terkendali dan menyebabkan terjadi kontraksi pada daerah sekitar mata (blepharospasm).
Untuk kasus ini, jauhi stres. Cobalah menjadi orang yang lebih bersyukur dengan semua kita miliki sekarang. Rasa syukur mampu mengangkat beban pikiran kita. Agar daerah mata yang berkedut terasa relaks, kurangi paparan cahaya dengan menggunakan kaca mata hitam. Jika kedutan mata sudah menjadi permanen, suntik botoks bisa dilakukan jika perlu, untuk melokalisasi dan membuat lumpuh area kedutan. (fn/vs/dt/lp) www.suaramedia.com