Sabtu, 29 Oktober 2016

http://budaksungaimusi.blogspot.com/2011/07/mata-liar-mu-itu.html

 CAMAR LAUT.....
Haruskah diriku tersanjung???
Tahun tahun berganti dan kita masih setia menyimpan memori memori terbaik milik kita meski hanya sebentar.
Saya selalu tulus menyayangi,.
Tulus memberi dari kekurangan  - kekuranganku,
dan taukah kamu?/
Aku sungguh berterimakasih pada Tuhan telah menghadirkan orang orang hebat di perjalanan hidupku
untuk menguatkanku,memberiku banyak kesan baik,
pelajaran pelajaran hidup,.
Karena cinta tulus itu kerelaan,.
 Thanks for always watching over me for so long until now,.
Yang sejam mucul hilang ratusan ribu jam tapi tetap jadi sahabat jiwa,
http://budaksungaimusi.blogspot.com/2011/07/mata-liar-mu-itu.html
How far you are,
howbad busy ur activities,
we keep on touch in our pray,
May God bless our life each other.
CIAWI,
UM,
I Miss You..



NIANG TODO Hunian bagi kasta tertinggi yg jadi cikal bakal kehidupan masyarakat di bumi Manggarai



NIANG TODO

Hunian bagi kasta tertinggi yg jadi cikal bakal kehidupan masyarakat di bumi Manggarai
Bahwa kampung adat tak hanya tentang WAE REBO, Negeri diatas awan itu pantas juga untuk Kampung Adat TODO.
Meski demikian,yang paling penting dari perjalananku ke Todo adalah karena cerita sejarah yang mengagumkan yang hingga kini masih dijaga dengan sangat baik oleh pewaris pewaris juru kunci Niang Todo.
MBARU GENDANG,
Adalah gendang mungil yang terbuat dari kulit manusia seorang perempuan nan cantik.

Alkisah, dahulu kala perempuan ini diperebutkan para raja untuk diperisitri.
Bahwa siapapun yang bisa mempersunting perempuan ini dia akan dinobatkan jadi Raja dari para Raja di bumi Manggarai.
Karena ia menolak untuk dipersunting,ia dibunuh oleh Raja dari Todo,kulitnya dijadikan pelapis Mbaru gendang,
Rambut dan anggota tubuh lainnya disimpan di kampung adat di tengah kota Ruteng.
That’s why i choose to be going here,not WAE REBO!
Berharap kelak NIANG TODO bisa sepopuler WAE REBO dan memberi kontribusi baru bagi ekonomi masyarakat di kampung TODO.
Dari sini saya jad tau kenapa WAE REBO lebih populer karena ia diakui di UNESCO,pelopor terbentuknya WAE REBO pun adalah pewaris utama dari NIANG TODO.
Dengan alasan adat budaya yang tak bisa dijelaskan dia meilih berpindah ke Wae Rebo dan mempopulerkan Wae REBO.
Terlepas dari itu,saya patut berbangga mendengar langsung kisah besar ini dari pintu Niang TODO.

Diantar Bapa TITUS JEWADUT,Juru kunci Niang TODO,kami berkeliling di luas lahan tak seberapa yg juga mengkrucut susunan batunya membentuk rumah adat Manggarai,ditengah lahan terdapat kuburan Raja tertua TODO,batu2 megalitikum yang masih tersisa,yang nerfungsi saat ada seremonial adat.
Di Niang TODO hanya ada 3 Niang,MBARU Gendang ada di Niang Utama yang didalamnya ada peninggalan2 zaman purbakala,keris,gong, gendang, ukiran2 pada kuda kuda atap Niang yang masing2 ruas berbeda sesuai dengan maknanya masing2.
Ada dapur ditengah Niang,hunian ini bisa ditempati 7 keluarga,tikar tikar terbentang seperti lesehan,dan menariknya ruas ruas bambu/kayu penyanggah Niang sama seperti pembagian petak petak sawah pada Sawah Lingko CANCAR!!!
PERFECT!!
 Perasaanku campur aduk,seperti perjalanan perjalanan sebelumnya,karena diriku terbiasa jalan tak asal jalan,saya suka menggali cerita adat budaya dan asal muasal kehidupan disuatu wilayah baru yang kunjungi,






Yang selalu kuingat adalah kata2 Ayahku!
Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,besar kuda dikandangnya,besar semut diliangnya.
Hormati warisan adat dimanapun kau berada,karena itu pelindung terbaik untuk membentengi diri dari hal hal buruk.
Bisa melihat langsung MBARU GENDANG ini luar biasa rasanya,.
Terimakasih KA Gerri,KA Ricky,.
Saru TOWE Todo berwarna MERAH gagah berani ku bawa pulang,
O iya,jangancemas jika tak bawa uang cash,didesa ini terdapat ATM BRI,
Da Bapa juru kuncinya tak keberatan jika transaksi by mobile banking.
Sebagai informasi,tiket masuk Todo @Rp.25.000-
Jika ingin masuk ke rumah adat dan melihat langsung MBARU GENDANG Rp.75.000
Total per orang RP.100.000,-

Nilai sejarah yang ada disini tak sebanding dengan selembar 100.000,.
Penghargaan tertinggiku untuk mereka yang berjuang melestarikan adat budaya peninggalan leluhur.

INDONESIA KAYA!
Beta bangga BETA NTT!

Sabtu, 22 Oktober 2016

TENGKUSIWA Wonderfull Waterfall from Ruteng



TENGKUSIWA Wonderfull Waterfall from Ruteng


Destinasi wisata favoritku adalah air terjun.
Itu sebab diriku sangat bersemangat ketika melihat TENGKUSIWA di posting di FB bahkan oleh Kraeng yang tidak kukenal sama sekali.
Berawal dari Pemilik akun FB Om Arka Dewa membagikan postingan Kreang Geri Vitalis tentang tempat wisata baru yang spektakuler di Manggarai, menurutku dan memang sungguh Spektakuler!!!!
Aku memberanikan diri menghubung mereka,pertama karena tekatku benar2 kuat bahwa aku harus sampai disini, dan yang kedua terbaca dari postingan2 Kraeng Gerri bahwa mereka juga sangat excited saat orang lain tau ada wisata baru di bumi Manggarai kesayangan mereka.


 
That’s why i’m not affraid and just contact him to schedule my trip.
Perjalanan ke TENGKU SIWA yang treletak di Desa Sambor,Kec. Reok Barat Kab Manggarai lumayan jauh.
Dari Ruteng kota menuju Reo dengan waktu tempuh kuranglebih 3 jam sambil menikmati terasering sepanjang jalan,.jalan sempit yang membelah puncak puncak bukit gunung,dan turun ke lembah,desepanjang jawaln terdapat papan warning “AWAS,BAHAYA LONGSOR!”
Namun 1 meter dari papan itu ada rumah rumah warga,tebing tebing yang bisa sewaktu2 luruh isi tanahnya ketika hujan turun dengan derasnya.
Ruteng Reo INDAH!!
Taukah kamu,aku sudah membelah jalan Palopo Tarojo,Malino Lembana,Dieng,Tengger Bromo,Sumba dari timur ke Barat,Pulau Timor namun semuanya terkalahkan nyaliku oleh Ruteng Reo!
Kabut berarak datang dan pergi,perjalanan yang sungguh menyenangkan.
Sawah sawah hijau menguning bahkan menua,bunga kemiri bermekaran menutup kekejaman bibir jurang yang sewaktu waktu menelan nyawa jika tak berhati hati.
Wallahuallam.
Dari Reo menuju rumah Kraeng Gerri,diterima dengan sukacita serasa keluarga sendiri,bermalam di Reo dan esok paginya melanjutkan perjalanan ke Reok Barat melewati jalur2 sempit yang diapiti jurang jurang sepanjang jalan,.Desa ToE,Pagong,Nggalak,2 jam perjalanan melewati jalur utara Ruteng Labuan akhirnya sampai dihutan tempat parkir kendaraan,dan selanjutnya berjalan kaki melewati kebun2,menuruni tebing,sempat melewati kali yang airnya cukup deras..
Benar benar destinasi perawan,kami kloter ke 3 yg menyambangi air terjun terbaik ini.
Kakiku sayang kakiku malang,meskipun sudah tak sesehat dulu namun ia tetap menopangku mengimbangi kuat nya hasratku akan tempat yg ingin kugapai.
Menuruni tebing tanpa akses jalan,tanah licin sehabis hujan,SUMPAHHHH sangat melelahkan namun perlahan gemericik air terdengar,tampak riak warna putih begitu indah jatuh dari atas ketinggian sekitar 75m,selamat membayangkan pemirsa,aku bahkan terguling2 dan lupa bahwa celanakuku penuh lumpur.
TENGKUSIWA Sungguh GAGAH!
YA Allahu Rabbi,Terimakasih atas semua kebaikan n cinta kasih yang Engkau siapkan untuk emngantaku hingga tempat ini.
Tak ada kata,.
Merindng,
Hanya ada decak kagum,
Haruku memaksa bulir bulir kecil berlinang dari kelopak mataku,
How  Lucky I’M..Thanks God!Many Thanks..
TENGKU SIWA menurut cerita rakyatnya bermula dari seorang pemuda tampan yang diperebutkan banyak gadis gadis.
IA tak memilih satupun dari mereka namu memilih mengakahiri hidupnya di tempat ini,di TENGKU SIWA..
Sungguh,cintaku pada air terjun semakin membuatku terjatuh dalam hasrat jalan2ku,.
Hentakan air menghantam bebatuan,.tenang2 menghanyutkan,.aku suka Air!!!
Terimakasih Kraeng Geri,KA Ricki Kurniawan n saudara Solor yg jdi anak rantau di Ruteng,Terimakasih atas tangguhnya kuda kuda mereka,meski sempat terganggung dengan lumpur yang menempel pada ban ban motor namun pada akhirya,semuanya PUAS!!

No Pain No Gain,haaa?
Lelahku hilang,sepatu basah yg membungkus kakiku yang bisa saja sedang berteriak minta tolong tak lagi kurasa,hilang semuaaanya!
Pulang ke Ruteng melewati jalur Pantura,menyusuri gereja gereja tua,kuburan umat katolik pertama di Gua Maria Paralando,Desa Piso,banyak lagi desa desa yg terlupakan,sekali merengkuh dayung 2 3 pulau terlampaui,aku melintasi timur hingga barata utara tembus selatan Manggarai Raya,Trmksih Kraeng Gerri.
Tiba di Ruteng pukul 07 malam,disambut wajah penuh keheranan Abang security KPPNJJ
Allah Maha Baik,Sungguh Baik

Rabu, 19 Oktober 2016

Semoga KITA ada disini di suatu senja nanti dengan segelas kopi, @FX72 Hotel #Ruteng

 
 FX72 HoteL!
Dibilang hotel pun lebih ke home stay,namun yang dijual disini adalah view yang menenangkan jiwa.
Tak jauh dari KOte Ruteng,sekitar 15 menit waktu tempuh dari pusat kota,.balkon hotel ini menjadi pilihan terbaik menikmati kopi Manggarai dengan titik pandang Kota Ruteng berlatar belakang Ranaka dan gunung gunung yang lain berderet berderet.
Sangat rekomended untuk sekedar menghabiskan senja,merefresh mata dengan yang sawah luas yang menghijau.
Ditemani Kraeng Geri dan Kraeng Ricky,kami bersantai santai di balkon sambil transfer ria hasil foto Tengku Siwa dan mengatur jadwal untuk perjalanan di destinasi berikutnya.
3 gelas kopi dengan 3 plate roti bakar dibandrol Rp.105.000,luamayan mahal untuk kelas hotel dengan tampilan peruntukkannya ala ala backpaker,namun kembali lagiii yang dijual disini adalah viewnya.
Soo, see u next time Kaka KAkaa yg ramah,saya pasti kembali dengan orang yg berbeda!
Insya Allah, AMIN:)





MY BEST TRIP @ BUMI MANGGARAI #EdisiCutiTahunan2016

 Ruteng ISTIMEWA!!!!
Target destinasi terwujud tanpa kesulitan. Sungguh cutiku tahun ini benar benar berarti.
Berawal dari postingan TengkuSiwa di akun FB Om Arka Dewa n Kraeng Geri Vitalis,saya dengan serta merta mengajukan cuti tahunan ku tanpa pikir panjang,tanpa berpikir bagaimana perjalananku disana nantinya,karena saya sendiri belum kenal langsung Kaka berdua.
Perjalanan lancar jaya dari Lembata hingga Maumere, Subuh Subuh diantar M naik travel ke Ruteng dengan tiket Rp. 250.000,- lama perjalanan 12 jam.
Tanpa memberi kabar terlebih dahulu ke Ratna sahabat sekaligus adik seperjuangan anak2 tangguh dari rumah,hihihihii,..Tiba di Ruteng dan disambut senyum tulus Mas David suaminya Ratna di halaman depan KPPN Ruteng, Alhamdulillah sungguh baik. Selalu terberkati setiap perjalananku.
Besok paginya langsung bertemu Kraeng Geri mengatur jadwal perjalanan selama di Ruteng,melihat semangatnya mempromosikan Ruteng saya merasa bertemu seorang travelmate yg baru yang sama sama excitednya ketika mendatangi satu tempat baru.
Yang pertama dan utama adalah TengkuSiwa,namun mengingat waktu n jarak terdekat yang ditempuh maka Cancar pun dituju.
Menginap semalam di Reo didesanya Kraeng Geri,diterima serasa keluarga sendiri,menyita waktu mereka menegelilingi Ruteng dari utara selatan timur ke barat,terimkasih Tuhan atas perlindunganmu,atas kebaikan2 yang selalu dipertemukan untukku saat bepergian,syukur tak terhingga.
2 hari berikutnya karena kelelahan,kami memilih FX72 hotel sebagai tempat ngopi ngopi sekalian transfer2 foto perjalanan,dengan titik pandang menuju Kota Ruteng sunggu lelah2 sebelumnya pergi perlahan..
Hari terakhir di Kampung Todo,meimilih jalur melintasi Kawasan Hutan Lindung Ruteng,melintasi jalur Pantura mengunjung Gua Maria dan kuburan umat katolik pertama di Manggarai,.
PERFECTO!
Belanja Ole2 Kopi Arabika di Kopi Mane,.sempat mangkal 2 jam di AGAPE CAFFE HOUSE,.
Terimakasih Na,dan segenap senyum dari warga KPPN Ruteng
Terimakasih Kraeng Geri dan Keluarga,
Terimakasih Ka Maya n M,.
Alhamdulillah..

TENGKU SIWA Waterfall

FX72  HoteL


Sawah Lingko

Niang Todo

Selasa, 11 Oktober 2016

Sawah unik berbentuk Jaring Laba Laba #Cancar#


Sawah unik berbentuk jaring laba laba ini bukan tanpa makna.
Sawah  yang berada di Cancar ini merupakan yang terluas yang ada di Manggarai. Suku manggarai membagi tanah atau kebunnya berbentuk jaring yang dinamakan dengan lodok seperti bentuk kerucut asli rumah adat gendang mereka. Cara pembagiannya adalah dengan memasang kayu teno di tengah-tengah dan mengikatkan tali panjang yang ditarik sampai ke ujung. Besar kecil pembagiannya ditentukan dengan musyawarah dan posisi di suku tersebut. Menurut masyarakat Manggarai beginilah cara yang adil dalam membagi sawah dan kebun.
Sebagian lainnya mengatakan bahwa pembagian petak2 sawah ini seperti buku buku pada jari tangan,bagian terujung jari atau yg paling luar dari lingkaran adalah diperuntukkan bagi pendatang atau warga dari luar Manggarai sedangkan yg mengkrucut ke tengah dan lbih luas wialayahnya adalah petak2 penduduk asli setempat.

 Kami kemudian berjalan kaki menuju puncak bukit inilah view terbaik sawah jaring laba-laba ini bisa terlihat. Beruntung saya melihat pesawahan ini ketika sedang hijau-hijaunya, adem menyejukkan mata saya.
Tampak kota Ruteng sejuk dipanjang dari ketinggian bukit WeoL.
Speechles deh. Ternyata bangsa Indonesia tak hanya mempunyai sawah bertingkat yang sangat indah tetapi juga sawah unik hasil dari kebudayaan suku Manggarai.
 Ini obyek wisata yang terdekat dari kota Ruteng, Untuk mencapai Cancar dari kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai sangat mudah, jaraknya hanya sekitar 12 km. Terdapat banyak transportasi umum berupa angkot atau bus kecil jurusan Ruteng – Lembor atau Ruteng – Labuan Bajo. 
Begitu pula jika anda datang dari Labuan Bajo, tinggal bilang saja turun di Cancar. Dari Cancar terdapat banyak ojek yang siap mengantar ke bukit Weol. 
2 tahun lalu ke kota ini tak sempat keliling2,kali ini sesuai target dari awal trip ke Ruteng,sebelum ke Tengku Siwa saya diantar Kraeng Geri Vitalis ke tempat ini.
Tarankeyuuu Kakaaa,sudah bersedia meluangkan waktu membagi isi bumi Manggaraimu yang indah.
 Meski sudah sedmikian terkenalnya sayang pengelolaan masih kurang baik,sedikit terusik dengan kebiasaan warga atau anak2 setempat yang mengikuti pengunjung untuk meminta uang.Bukan masalah seperak 2 peraknya,seharusnya ada tarif resmi yg ditetapkan pemerintah dan dikelola dngan baik agar bisa digunakan untuk memperindah lokasi2 gardu pandang sawah jaring laba laba ini.



Tapaleuk De Flores #EdisiCutiTahunan#

B O R U

Bunga kemiri bermekaran,sawah menghijau,
buah jeruk menguning,
aroma cengkeh menyapa rindu...
Kembali ku sapa mereka..
Betapa aku merindukan perjalanan kita..
Dekap erat,alam dalam jiwa kita..
Aku
Kamu
Melebur dalam syukur tak terhingga,..
Aku rindu perjalanan kita...
Rindu:):)
Dan jiwaku jauh lebih tenang,
E N D E

Detusoko

KM 17 Maumere Ende

NAGEKEO

Hey INERIE,I'm back:)

B A J A W A


INERIE FROM RUTENG VIEW

H A P P Y

Mlaku mlaku again,Selamat pagii Maumere..#Edisi CutiTahunan#

 Dan libur pun tiba,hey back i'm packing again n let'z trip..
Kali ini target sessungguhnya adalah TENGKU SIWA - Ruteng.
Bermalam di Maumere,menikmati magnum di LSay hingga terkunci dari luar gerbang pelabuhan,pagi2 dah sapa hiruk pikuk pasar ikan maumere.
Meskipun bepergian sendiri tetap saja merasa ditemani orang2 trbaikku yang sama ecxitednya ketika melihat foto2 perjalananku.
Thanks M!
Dari semua foto2 perjalananku,ada 3 kategori yg tak bosan kupandang fotonya adalah dri jepretanku,jepreten si pikun beruban itu,dan jepteretanmu M!
Ada totalitas n ketulusan pemilik bola mata dibalik lensa itu dan aku suka!