Kamis, 13 Agustus 2015

Pasir Merah dari Beranda Teduh BOLENG _ ADONARA_


Dari Watotena menuju Pasir Merah Boleng disaat matahari sedang gagah gagahnya pamer kejayaan tuh rasanya luar BINASA seketika kulit,.hahhaha
Tanggung!
Waktu terbatas,dan harus bisa mengisinya dengan cermat.Panas tak terkira tapi hanya saat seperti ini air laut sedang surut yang berimbas pasir merahnya luas dan leluasa diantara bebatuan.
Parkir motor di perkampungan,berjalan kaki kurang lenih 30 menit menuju pantai,jalanan terjal,bebatuan cadas,.rumput ilalang menguning,bayangkan teriknya..dalam hatiku bahkan Ile Bolengpun berteriak minta tolong karena kepanasan,heheheh
Sekalipun demikian,maju terus langkah pasti.
Tak sia – sia,.pantai berpasir merah bata,dengan batu2 hitam mengkilat,tak seberapa lebar pantainya dengan Watotena,tapi cukup untuk 2 keseblasan bola kaki bermain bola pantai disini ini sudah lebih dari cukup.
Semoga di kali berikut kunjunganku,para nelayan Boleng sudah bisa melihat peluang wisata ini dan menyewakan perahunya dari dermaga Boleng ke Pantai berpasir Merah ini,.sayang jika punya potensi wilayah yang cantik tanpa mempercantik isi dimpet kan?
Kuburan Raja Boleng di dermaga Boleng tak kalah menarik untuk jadi objek foto.
Sepanjang perjalanan yg pastinya sangat tak nyaman jika Anada bersendal jepit ketika tak berwisata,.jalurnya jalur tracking,Pemirsaaa!
Gunakan sepatu tracking,.jaket,.masker pastinya,.
Sekedar catatn,aku bahkan radang trnggorokan,mimisanpun bersambung karena panasnya 3 hri keliling Adonara dengan segala persiapan keRempongAnku,..
Over all,.everything is fun!
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar